PRUDENTIAL Always Listening. Always Understanding
 Banner
Tampilkan postingan dengan label Asuransi terbaik indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asuransi terbaik indonesia. Tampilkan semua postingan

TIPS Memilih Perusahaan Asuransi Yang Baik

Banyak perusahaan asuransi (Asuransi Mobil, asuransi rumah, asuransi Auto, Insurance online, Asuransi Pendidikan, Asuransi Kesehatan dan sebagainya) mengklaim mereka adalah yang terbaik. Hal ini dapat dilihat jika ada produk asuransi yang ditawarkan kepada publik melalui iklan, nyaris tidak ada yang kurang. Demikian pula, kinerja mereka selalu menampilkan denda. Agak jarang mengungkapkan kelemahan manajemen perusahaan asuransi yang mereka alami.

Memilih sebuah perusahaan asuransi yang baik memang tidak mudah. Terutama di tengah persaingan yang ketat di antara perusahaan asuransi saat ini. Namun, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses memilih suatu perusahaan asuransi tertentu untuk asuransi jiwa dan kerugian. Hal yang perlu diingat bahwa dalam memilih perusahaan asuransi swasta, maka yang harus dipertimbangkan secara umum adalah enam faktor:

1. Kekuatan Finansial (security)
2. Layanan
3. Biaya / Harga
4. Reasuransi
5. Usia
6. Profesional dan jujur

Kekuatan Keuangan

Ketika berbicara tentang perusahaan keuangan, tidak lengkap jika Anda tidak berbicara tentang kekuatan keuangan finances.The asuransi menyangkut kemampuan keuangan perusahaan tersebut untuk memenuhi janjinya jika keadaan membutuhkan. Hal ini penting untuk diketahui, karena tidak sedikit perusahaan asuransi yang tampak di luarnya mentereng. Tetapi tatkala terjadi klaim dari nasabah, perusahaan tersebut tidak mampu membayar. Dalam menilai kekuatan keuangan ini ada beberapa tolok ukur yang perlu diperhatikan:

- Aset dan kewajiban. Hal ini dapat dilihat dari neraca keuangan yang diumumkan di koran. Lihat juga, apakah investasinya ditanam pada saat ini atau jangka panjang. Dalam hal liabilitas (kemampuan melunasi kewajiban) akan terlihat di neraca, bagaimana utangnya pada reasuradur, bagaimana dia memenuhi kewajiban membayar klaim, dan sebagainya. Indikator liabilitas antara lain net equity (modal sendiri) dibagi net premi (premi bersih) minimal 50%. Modal sendiri dibagi premi bruto (premi bruto) minimal 20%. Batas tingkat solvabilitas, yang terlihat dari modal sendiri dibagi premi bersih minimal 10% dan dana investasi cadangan teknis minimum dibagi dengan 100%.

- Underwriting Kebijakan. Di neraca dan laporan tahunan akan terlihat bahwa asuransinya masih untung, atau mengalami pertumbuhan laba. Ini berarti underwriting kebijakan yang baik.

- Its underwriter. Asuransi memiliki teknisi ahli atau tidak. Hal ini diketahui dari profil perusahaan yang memuat para underwriter-nya.

Layanan

Layanan adalah sejauh mana cermin sumber daya manusia yang berkualitas di perusahaan atau tidak. Selain itu, perusahaan asuransi adalah menjual jasa, maka layanan prima merupakan kunci. Misalnya, sejauh mana kecepatan pelayanan baik dalam menerbitkan polis apalagi dalam pembayaran santunan atau klaim. Selain itu, soal pelayanan sebenarnya bisa dirasakan sendiri oleh nasabah. Apakah ini perusahaan asuransi benar-benar pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya?

Biaya / Harga

Masalah harga adalah berapa banyak biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi dalam operasionalnya. Jika lebih besar dari biaya pemasukan, maka jelas perusahaan tersebut tidak efisien. Jika tidak efisien, maka akan akhirnya kehilangan uang. Dan jika kerugian terus, tentu tidak sehat. Dalam kaitan ini, bisa juga dilihat harga preminya. Bandingkan harga premi asuransi dengan asuransi lainnya. Dimana kualitas benar-benar baik?

Jika jumlah perusahaan asuransi dari RBC (Risk Base Capital) yang tinggi, itu berarti perusahaan tersebut dinilai dalam kondisi baik. Tapi kita tidak harus tetap semata-mata dengan angka RBC. Sebab, bisa juga perusahaan besar yang melakukan ekspansi besar-besaran seperti membuka banyak kantor cabang, maka angka RBC-nya pasti akan kecil. Sebaliknya, ada perusahaan asuransi yang kecil tetapi tidak pernah melakukan ekspansi, maka angka RBC mungkin jauh lebih besar. Jadi, angka RBC tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran, apakah perusahaan asuransi itu sehat atau tidak. Dalam kasus ini, juga patut diperhatikan adalah kinerja perusahaan tersebut dalam dua atau tiga tahun. Seberapa besar keuntungan setiap tahun, berapa besar premi bruto yang mereka terima tiap tahun, seberapa besar penambahan modal dan aset setiap tahun. di website online Anda bisa mendapatkan perbandingan tingkat asuransi mobil, asuransi rumah tingkat, kutipan asuransi jiwa jangka, premi asuransi jiwa berjangka, tingkat asuransi mobil dan lain-lain

Reasuransi

Reasuransi mudah untuk ditafsirkan sebagai perusahaan asuransi perusahaan asuransi nya. Ini berarti bahwa perusahaan asuransi dalam operasi, untuk mengurangi risiko yang dapat terjadi padanya, mengasuransikan juga risiko tersebut kepada perusahaan asuransi lainnya. Dan perusahaan biasanya lebih besar. Jadi pertimbangkan ini, tanyakan apakah perusahaan asuransi yang Anda akan mengambil perusahaan reasuransi. Hal ini penting ketika ada sesuatu yang Anda tidak ingin perusahaan asuransi pilihan Anda, ada perusahaan lain yang memiliki perusahaan reasuransi yang baik menjamin perlindungan hak-hak atau kewajiban pembayaran premi Anda. Hal ini juga penting Anda harus tahu perusahaan manajemen sehingga jika terjadi sesuatu, informasi Anda masih bisa mendapatkan.

Usia

"Semakin tua harus lebih orang dewasa '.

Meskipun tampak terlalu klise, tetapi harus diakui perusahaan asuransi Usia yang cukup tua daripada perusahaan lain bisa berarti bahwa perusahaan asuransi memiliki modal cukup bahwa sampai usia cukup tinggi masih ada. Hal ini juga menjelaskan bagaimana mengelola dana klien manajemen. Dengan usia yang lebih tua, mungkin berarti bahwa perusahaan mampu mengelola dana tersebut secara optimal. Apakah itu untuk mendapatkan hasil untuk pengembangan bisnis dan manajemen risiko yang diukur untuk menjamin hak-hak pelanggan. Karena secara logika, bagaimana mungkin dia tidak berlangsung lama jika Anda tidak bisa mengelola keuangan dengan baik.

Profesional dan jujur

Enam hal yang dapat digunakan sebagai acuan adalah profesional dan jujur. Bagaimana kita tahu perusahaan asuransi profesional dan jujur ​​atau tidak? Ini adalah parameter berapa banyak basis pelanggan yang mereka miliki? dan bagaimana mereka mengatasi keluhan dari pelanggan.

Meningkatnya jumlah pelanggan akan menunjukkan bagaimana tingkat pelayanan yang telah dilakukan perusahaan. Ini bisa berarti bagaimana perhatian kepada pelanggan, kemudahan klaim dan tentu saja keamanan dana yang dipercayakan. Anda juga dapat memeriksa peringkat asuransi terbaik dari majalah / situs polling.

Akhirnya, sama seperti pemilihan barang atau jasa lainnya, Anda semua harus memiliki dasar yang kuat dalam melakukan pilihan. Utama memang selalu memilih Perusahaan Asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sumber : bahmanvip.hubpages.com

Menggugah Kesadaran Pentingnya Asuransi

Seorang sahabatku menelponku dan bercerita, bahwa kondisi keuangannya terkuras habis karena ibunya sakit. Sahabatku sangat amat sedih karena sampai harus menjual Assetnya demi memenuhi kebutuhan biaya pengobatan Ibunya yang sedang mengalami sakit. Akupun bertanya kepada sahabatku, sudah berpa lama ibumu sakit? Jawabnya : ibuku sudah lebih kurang satu bulan dirawat dirumah sakit. Dan ternyata sahabatku ini sudah bercerita kesahabatnya yang lain dan berharap memperoleh bantuan dari sahabat sahabatnya untuk membantu beban keuangan yang ditanggungnya.

Jika saja ibunya memiliki jaminan asuransi, mungkin ceritanya akan lain. Beban ekonomi yang harus mereka tanggung untuk biaya kesehatan akan berkurang. Itu hanya satu cerita saja.

Masih ada banyak cerita lain yang mirip seperti itu. Tak jarang ada yang sampai jatuh miskin hanya karena menanggung biaya kesehatan keluarga.

Paradigma yang selama ini berkembang cenderung melihat asuransi sebagai kebutuhan terakhir yang tidak terlalu penting
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 55 persen dari seluruh rakyat Indonesia belum memiliki jaminan sosial. Adapun 45 persen atau sekitar 7 6 juta orang umumnya pegawai negeri dan swasta yang sudah memiliki jaminan kesehatan masyarakat. Rinciannya, 16 juta orang memiliki Askes, 4 juta mengantongi Jamsostek, 3 juta mempunyai asurasi komersial, dan 2 juta orang anggota Jamkesda.

Mereka yang telah terlindungi asuransi ternyata juga belum lepas dari potensi masalah karena terdapat protection gap atau kesenjangan proteksi yang signifikan.

Menurut Bank Dunia 56% dari 236 juta penduduk Indonesia adalah kelas menengah atas, Kategori kelas menengah versi Bank Dunia adalah mereka yang membelanjakan uangnya 2 dollar AS (sekitar Rp 18.000) sampai 20 dollar AS (sekitar Rp 180.000) per hari.

Artinya, saat ini ada sekitar 134 juta warga kelas menengah di Indonesia. Disebutkan, terjadi peningkatan jumlah warga kelas menengah Indonesia sebanyak 45 juta orang dari posisi tahun 2003. Sementara dari 134 juta warga kelas menengah versi Bank Dunia itu, sekitar 14 juta orang masuk rata-rata pengeluaran 6 dollar AS (Rp 54.000) sampai 20 dollar AS per hari.

Masih menurut Bank Dunia, nilai uang yang dibelanjakan para warga kelas menengah Indonesia juga fantastis. Belanja pakaian dan alas kaki tahun 2010 mencapai Rp 113,4 triliun, belanja barang rumah tangga dan jasa Rp 194,4 triliun, belanja di luar negeri Rp 59 triliun, serta biaya transportasi Rp 238,6 triliun. Artinya dari sisi finansial sebenarnya mereka memiliki kemampuan yang cukup memadai.

Belum tergarapnya kelas menengah terlihat dari rendahnya penetrasi asuransi. Dalam lima tahun terakhir, tingkat penetrasi asuransi jiwa terhadap penduduk Indonesia bisa dikatakan stagnan di level 13-15 persen. Jumlah pemegang polis hanya berkisar 35 juta, baik individual maupun kumpulan, dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 241 juta.

Stagnasi tersebut terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan premi yang cukup pesat. Angka pendapatan premi asuransi jiwa nasional memang terus tumbuh signifikan dalam lima tahun terakhir, rata-rata mencapai hampir 30 persen per tahun. Hal itu merupakan masalah serius karena berarti manfaat asuransi tidak bisa menjangkau masyarakat luas dan cenderung hanya dinikmati oleh kalangan yang itu-itu saja. Berarti pula, industri asuransi gagal meningkatkan daya tahan keuangan dan kesejahteraan mayoritas keluarga di Indonesia.

Hasbullah Thabrany, profesor di Fakultas Kesehatan Publik dari Universitas Indonesia, mengatakan, rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia karena penduduk Indonesia belum sadar risiko. Indonesia ketinggalan sekitar 50 tahun dibandingkan Malaysia.

Ia menyebutkan, peningkatan biaya perawatan di Indonesia rata-rata 7-8 persen per tahun. Hal senada juga diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nurhaida. ”Tantangan utama asuransi adalah persoalan mengubah paradigma,” katanya.


Risiko sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Ada lima jenis risiko yang paling sering terjadi, yakni kematian, kecelakaan, sakit, musibah pada properti (rumah dan kendaraan), dan pemutusan hubungan kerja atau kebangkrutan usaha.

Dari sisi sejarah, asuransi sebenarnya sudah cukup lama dikenal. Di Indonesia, asuransi sudah muncul sejak kolonisasi Belanda. Saat itu Belanda mengembangkan asuransi untuk melindungi sektor perkebunan dan perdagangan.

Dalam sejarah sistem keuangan, kehadiran asuransi juga lebih dulu dibandingkan dengan instrumen lain seperti reksadana. Dengan sejarah yang cukup panjang, sudah seharusnya industri asuransi mencatat prestasi yang fantastis, apalagi di tengah pertumbuhan kelas menengah yang cukup pesat. Apalagi asuransi saat ini tidak melulu sebagai alat perlindungan diri atau perlindungan harta benda semata.

Asuransi telah berkembang sedemikian jauh menjadi instrumen investasi yang diharapkan dapat menjamin tersedianya dana untuk kebutuhan masa depan .

Berbagai upaya untuk menggugah kesadaran bisa ditempuh. Misalnya saja kerja sama dengan institusi pendidikan. Pengenalan asuransi sejak dini membuat wawasan seseorang lebih terbuka. Langkah lainnya adalah pelatihan perencanaan keuangan kepada sejumlah keluarga.

Perusahaan ini secara khusus melatih ibu-ibu rumah tangga untuk mengatur keuangan keluarga. Ya, pendekatannya lebih kepada kaum perempuan. Itu bukan tanpa alasan karena perempuanlah yang selama ini lebih banyak mengatur keuangan keluarga.

Dari merekalah kesadaran berasuransi dibangun. Tidak hanya itu. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, sekitar 60 persen pelaku usaha kecil dan menengah adalah kaum perempuan. Artinya, perempuan juga menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Selain menumbuhkan kesadaran masyarakat, perusahaan asuransi juga harus melakukan evaluasi. Selama ini banyak citra negatif yang menempel ke asuransi. Sulitnya klaim dan kasus penipuan yang dilakukan sejumlah agen membuat masyarakat cenderung melihat asuransi dengan sebelah mata.

Berbagai tawaran manis diberikan kepada calon nasabah agar mereka terbujuk untuk membeli asuransi. Janji manfaat pun ditawarkan setinggi langit.

Sumber : Kompas.com


Memiliki Asuransi : You Do It for Love

Asuransi Jiwa merupakan bentuk perwujudan CINTA atau bisa diberi label ASURANSI CINTA. Dengan membeli Asuransi Jiwa adalah benar-benar sebuah ungkapan cinta. Ini artinya kita peduli terhadap keluarga kita karena kita telah membuat perencanaan untuk kesejahteraan keluarga, Insure Your Love.

Asuransi jiwa akan memberikan perlindungan secara financial jika anda meninggal dunia, anda perlu memikirkan hal ini, maka anda akan tahu bahwa anda membutuhkan ASURANSI JIWA.

Setelah Anda sadar akan pentingnya mempunyai Asuransi Jiwa, saat anda menentukan pilihan yang sesuai dengan budget keuangan anda.

Berapa Kebutuhan Asuransi Jiwa Untuk Anda ?
Jawaban yang tepat dari pertanyaan diatas adalah seberapa besar kebutuhan finacial yang anda butuhkan jika terjadi resiko terhadap diri anda.
Dan bagaimana cara untuk mengetahui kebutuhan anda jika terjadi resiko terhadap anda? Cara yang mudah adalah dengan melakukan analisa kebutuhan financial. Hal yang harus anda lakukan adalah dengan mengevaluasi kebutuhan keluarga anda, kumpulkan atau buat perhitungan keuangan keluarga dengan menghitung pemasukan dan pengeluaran keluarga anda. Sebgai contoh lihat tabel dibawah ini :

Biaya Rumah Tangga/tahun 144.000.000,-
Jumlah Hutang (Rumah, Mobil dan lainya) 500.000.00,-
Jumlah Kewajiban 644.000.00,-
Investasi/tahun   24.000.00,-
Kebutuhan Asuransi Jiwa yang Di butuhkan 620.000.00,-

Dari perhitungan yang sederhana itu anda sudah bisa memperhitungkan seberapa besar yang anda butuhkan jika resiko meninpa diri anda. Keluarga Anda akan membutuhkan dana finacial sebesar Rp. 620.000.000,- (enam ratus dua puluh juta rupiah).

Artinya JIKA ANDA MENINGGAL DUNIA MAKA KELUARGA YANG ANDA TINGGALKAN AKAN MENANGUNG BEBAN HUTANG SEBESAR Rp. 620.000.000,-

Perhitungan diatas adalah perhitungan yang sangat sederhana Anda sendirilah yang bisa menentukan seberapa besar kebutuhan yang sebenernya anda butuhkan.

APAKAH ANDA SUDAH MEMPERHITUNGKAN HAL DIATAS?
Jika belum, segeralah menghitung kebutuhan anda sekarang sebelum terlambat.

Atau segera hubungi kami untuk mendapatkan informasi yang lebih detail perhitungan kebutuhan Asuransi Anda,  silakan KLIK DISINI Atau SMS di 081514100655

3 Kali Perlindungan Pru Multiple Crisis Cover

PT. Prudential Life Assurance Indonesia berusaha untuk selalu mendengar dan mengerti kebutuhan dari nasabah kami. Berdasarkan beragam studi, pengalaman, dan kebutuhan dari masyarakat, kami meluncurkan produk asuransi tambahan, PRUmultiple crisis cover (Perlindungan 3 Kali). Kenyataan bahwa penyakit kritis sangat mahal untuk disembuhkan, membebani fisik dan mental sang penderita, serta meningkatnya kemungkinan menderita penyakit kritis baru atau kambuhnya penyakit lama jelas menunjukkan kebutuhan akan produk asuransi tambahan ini.

Tujuan dari produk asuransi tambahan ini adalah untuk memberikan ketenangan bagi para pemegang polis  dengan cara mendapatkan perlindungan dan pertanggungan yang menyeluruh sepanjang hidupnya. Dengan semakin majunya teknologi perawatan kesehatan, harapan hidup penderita penyakit kritis terus meningkat, para pasien dimungkinkan untuk memiliki usia panjang, dan Prudential akan terus mendampingi apabila setelah klaim pertama, terjadi risiko yang mengharuskan klaim kedua dan ketiga.”

  • Data dari World Health Organization mengungkapkan bahwa pada umumnya kemungkinan bagi seseorang untuk terkena penyakit kritis sangat tinggi : 
Penyakit jantung/kardiovaskular (serangan jantung, stroke, dan sebagainya)merupakan penyebab utama kematian di dunia, Populasi yang bertambah tua (rata-rata masyarakat hidup lebih lama) merupakansalah satu faktor penyebab bertambahnya tingkat penyakit kanker dan jantung
  •  Penyakit kritis semakin rentan dialami oleh kelompok usia yang semakin muda
  • Dengan kemajuan dalam teknologi medis, tingkat selamat dari penyakit kritis danharapan hidup setelahnya semakin meningka. Sejalan dengan hal tersebut, kemungkinan risiko terkena pengulangan penyakit yang sama atau terserang penyakit kritis lainnya juga menjadi tinggi.
  •  Kebanyakan produk asuransi penyakit kritis hanya memberikan kesempatan satu kali klaim saja, dan setelah klaim disetujui, perlindungan asuransi penyakit kritis tersebut selesai.
  • Sangat sulit bagi konsumen yang telah pernah mengajukan klaim penyakit kritis untukmembeli asuransi penyakit kritis baru karena sejarah penyakitnya. 
 PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) – bagian dari Prudential plc, grup jasa keuangan internasional terkemuka yang berbasis di London, Inggris memperkenalkan PRUmultiple crisis cover. Produk ini merupakan produk asuransi tambahan pertama yang memberikan sampai 3 kali klaim penyakit kritis, yang bisa didapatkan bersama produk dasar unit link dengan premi reguler, baik konvensional maupun syariah.

Riset oleh World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa lima penyakit kritis tertinggi yang dialami oleh pria dan wanita berbeda.

Lima penyakit kritis tertinggi untuk pria adalah kanker, serangan jantung, gagal ginjal, transplantasi organ utama, dan stroke/tumor otak jinak.

Sementara untuk wanita, lima penyakit kritis tertinggi yang dialami adalah kanker, SLE (lupus), stroke, tumor otak jinak, dan transplantasi organ utama.

Sebuah studi di Singapura mengungkapkan bahwa kanker payudara merupakan penyakit paling mematikan untuk wanita, dan studi lainnya dari Journal of National Cancer Institute menyatakan bahwa wanita yang pernah menderita kanker payudara memiliki kemungkinan tinggi untuk terkena kembali: 7% kemungkinan terkena kembali untuk mereka yang terkena kanker stadium 1; 11% kemungkinan untuk stadium 2; dan 13% kemungkinan untuk stadium 3.

Hidup akan semaking tenang dan terasa nyaman karena sudah terlindungan dengan Asuransi Prudential.

MATI ADALAH TAKDIR DARI TUHAN YANG TIDAK BISA KITA HINDARI, MELINDUNGAN DIRI DAN KELUARGA ADALAH USAHA DARI KITA SENDIRI DAN MENINGGALKAN WARISAN YANG BERHARGA BAGI KELUARGA ADALAH USAHA KITA
Jika anda belum memeiliki perlindungan dari Prudential, SEGEERALAH karean sakit dan mati kita tidak bisa menebaknya kapan datangnya.


Jika Anda membutuhkan Informasi yang sesuai dengan kondisi anda silakan KLIK DISINI Atau SMS di 081514100655

Berbagi